Sejarah

Tantangan modernisasi yang menuntut umat manusia saat ini untuk terus berinovasi dan berimprovisasi sesuai dengan perkembangan teknologi informasi. Era informasi ini telah menghadirkan suatu komunitas sosial yang disebut masyarakat informasi (information society). Keberadaan ilmu pengetahuan dan teknologi informasi menjadi suatu yang sangat penting dalam menunjang aktivitas kehidupan masyarakat itu sendiri. Perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan tersebut berimplikasi terhadap adanya konvergensi dari keduanya berupa revolusi industri. Konvergensi ini secara sederhana adalah menyatunya fungsi-fungsi dari ketiga teknologi yakni telekomunikasi (information transferring), media (information broadcasting), dan informatika (information processing), ke dalam suatu sistem informasi dan sistem komunikasi terpadu atau disingkat telematika. Dalam kerangka merespon dan menyambut kecenderungan era digitalisasi yang telah merambah di berbagai bidang tersebut, Universitas Brawijaya (UB) melalui Surat Keputusan Rektor dengan SK. No. 038/SK/2009 membentuk Universitas Brawijaya Press (UB Press) dengan fokus utama program kerja pada penerbitan e-book, buku konvensional dan sitasi.

Atas dasar itulah UB Press dibangkitkan dan dihidupkan kembali setelah sebelumnya “mati suri” tentu dengan performa dan spirit yang baru sebagaimana misinya. Sebagai bagian dari unit penunjang pelaksana akademik (UKPPA) UB Press mendeklarasikan visi dan misi dengan menjadikan dirinya sebagai Penerbit Elektronik Pertama dan Terbesar di Indonesia. Peningkatan kapasitas kinerja dari UB Press untuk mewujudkan pengembangan e-book dan sitasi website UB Press adalah cukup beralasan. Karena, UB Press mempunyai aset ± 1.400 doktor dan professor, 2.500 penulis muda potensial, 60.000 pembaca di lingkungan sivitas akademika dan jaringan antar PTN/PTS di Indonesia maupun dengan perguruan tinggi asing di luar negeri. Hal ini merupakan salah satu alasan program UB menuju universitas berstandar internasional World Class University (WCU). Disinilah peran lembaga penerbitan sangat dibutuhkan guna mengakselerasi terwujudnya visi dan misi UB tersebut. Pada akhirnya sesuai dengan kebutuhan serta tuntutan zaman, hasil cipta, karsa dan karya dari sivitas akademika Universitas Brawijaya tersebut perlu untuk terus ditingkatkan dari bentuk publikasi konvensional menjadi publikasi elektronik (e-book) sehingga, dapat diakses secara lebih luas oleh para penulis, peneliti penstudi, dan masyarakat luas dari berbagai belahan negara di dunia.