Kejahatan Sertifikat Tanah Ganda

Kejahatan Sertifikat Tanah Ganda-

Judul Buku     : Kejahatan Sertifikat Tanah Ganda Dalam Perspektif Modus, Akibat Hukum, dan Solusi Kritis Penyelesaian Masalah

Penulis            : IGN. G. Susila

Penerbit           : Universitas Brawijaya Press

Cetakan           : I, 2014

Tebal               : 146 halaman

ISBN              : 978-602-203-594-4

Harga Buku    : Rp 102.000

 

 

Kebutuhan akan tanah yang kian tinggi berimplikasi pada beberapa hal, diantaranya pada harga tanah yang ikut meninggi dan banyaknya peluang kecurangan dalam hal legalitas kepemilikan tanah. Seseorang atau suatu lembaga harus mempunyai sertifikat hak milik tanah atas nama diri mereka sendiri sebagai alat bukti kepemilikan tanah yang sah. Persoalan yang kerap terjadi di masyarakat adalah adanya sertifikat tanah ganda. Inilah yang sering menimbulkan konflik. Jadi, objek tanah yang sama diklaim dipunyai oleh beberapa orang yang berbeda dengan sertifikat tanah atas nama berbeda pula. Yang kemudian terjadi adalah munculnya gugatan oleh mereka yang merasa hak tanahnya dimiliki orang lain, berlanjut ke proses penyelidikan, pembuktian adanya cacat hukum atau tidak, lalu ke putusan pengadilan.

Sertifikat tanah ganda disebut sebagai kejahatan karena adanya sertifikat tanah palsu sangat mungkin terjadi, dengan menimbang kemungkinan kecurangan di tingkat kelembagaan yang dilakukan oleh oknum aparat. Badan Pertanahan Nasional sebagai lembaga yang bertugas menerbitkan sertifikat tanah bahkan mengeluarkan rilis pada Oktober 2013 lalu sebagai berikut, “Kejahatan sertifikat tanah palsu saat ini sudah terjadi secara masif, sistematis, dan terstruktur. Terjadinya bukan saja di Jakarta sebagai ibu kota negara, tetapi sudah meluas sampai ke daerah di seluruh Indonesia. Calon pembeli tanah diharapkan lebih waspada jangan sampai menjadi korban penipuan, lalu terjebak dalam masalah sertifikat ganda yang sangat sulit diselesaikan baik di pengadilan maupun di luar pengadilan.”

Tidak banyak orang yang mengetahui banyak tentang bagaimana kejahatan sertifikat tanah ganda itu terjadi. Hadirnya buku ini sangat layak diapresiasi. Buku tulisan IGN Susila yang juga bekerja sebagai Notaris dan Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) Klungkung ini cukup mencerahkan bagi pembaca yang ingin mengetahui lebih banyak tentang kejahatan sertifikat tanah ganda. Penulis secara ringkas menjabarkan beberapa hal dalam buku ini, diantaranya pengenalan tentang sertifikat ganda, politik hukum agraria dari masa ke masa, pendaftaran, kepemilikan, dan pengalihan atas tanah, kepastian hukum dalam pendaftaran hak milik tanah, faktor yang mempengaruhi terjadinya sertifikat ganda, penyelenggaraan pendaftaran hak atas tanah untuk kepastian, upaya penyelenggaraan pendaftaran tanah secara tertib, dan upaya hukum yang dilakukan terhadap sertifikat ganda.

Memang gambaran mendetail tidak akan dijumpai pembaca dalam buku ini. Namun, penjelasan yang dijabarkan oleh penulis sudah terbilang cukup. Pada bab akhir, penulis menyertakan kasus dan analisa untuk memudahkan pembaca memahami konflik seperti apa yang muncul akibat sertifikat ganda. Ada juga kesimpulan yang mewakili inti sari dari seluruh bahasan buku. Bahasa yang digunakan tidak ada masalah sama sekali, sehingga siapapun mungkin bisa dengan mudah mengerti topik-topik uraian yang diberikan penulis. Buku ini sangat cocok dibaca oleh mahasiswa, pengajar, praktisi hukum, atau bahkan masyarakat awam yang tertarik di bidang hukum, untuk mendalami permasalahan sertifikat ganda (je).

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Isian wajib ditandai *