Asam Folat dan Cacat Bawaan Meningokel

Asam Folat dan Cacat Bawaan Meningokel

Judul Buku : Asam Folat dan Cacat Bawaan Meningokel

Penulis : Moch. Istiadjid

Penerbit : Universitas Brawijaya Press

Cetakan : I, 2011

Tebal : 75 halaman

ISBN : 978-602-203-037-9

Harga Buku : Rp 44.000

.

.

Kesan pertama yang saya dapat dari buku ini adalah ngeri, karena halaman depannya yang menampilkan gambar seorang balita penderita cacat dengan benjolan sebesar bola voli yang tumbuh di kepalanya. Rupanya gambar ini merepresentasikan cacat bawaan yang disebut sebagai cacat meningokel sebagai inti bahasan dari buku ini. Buku karangan Prof. Dr. dr. M. Istiadjid, SpS, SpBS, M.Hum yang merupakan dosen Ilmu Bedah Syaraf Fakultas Kedokteran UB mengulas soal asam folat dan kaitannya dengan cacat bawaan meningokel.

Secara teori, meningokel didefinisikan sebagai kelainan kongenital berupa penonjolan selaput otak dan cairan otak lewat defek (lubang) pada tulang kepala. Bila sebagian jaringan otak ikut menonjol, disebut meningoensefalokel atau ensefalokel. Kelainan ini merupakan bagian dari gangguan yang dinamakan defek tabung saraf (halaman 4). Penyebabnya diduga karena kurangnya asam folat yang terjadi dari saat konsepsi sampai usia kehamilan akhir trimester pertama.

Klasifikasi meningokel bisa ditemui di bab awal buku ini. Penulis juga menyertakan gambar pasien sebagai penjelas uraian tentang jenis-jenis penyakit meningokel. Bab selanjutnya yaitu epidemiologi, embriologi, etiologi, teratologi, protein pembentuk tulang, peranan protein tertentu dalam metabolisme tulang dan embriogenesis, asam folat, kematian sel pada meningokel, hingga peran asam folat pada pembentukan neural tube. Sebagai intisari, penulis menambahkan kesimpulan di akhir buku.

Meskipun ulasan yang diberikan tidak terlalu mendetail tetapi terbilang cukup bisa memberi tambahan pengetahuan bagi pembaca. Dari segi penggunaan kata, di buku ini banyak dijumpai istilah-istilah medis. Sayangnya, tidak ada glosarium yang menjelaskan istilah-istilah tersebut sehingga pembaca awam mungkin perlu berusaha lebih untuk mengetahui istilah yang digunakan. Namun begitu, buku ini sangat cocok dibaca oleh mahasiswa Ilmu Kedokteran sebagai acuan atau referensi untuk mendalami soal cacat meningokel.

Diresensi oleh Ayu Azmi.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Isian wajib ditandai *